Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik, Diskominfo Kota Bandung Gelar Workshop PPID

Diskominfo – PPID

Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik, Diskominfo Kota Bandung Gelar Workshop PPID

Untuk meningkatkan  kualitas dan kapasitas pengelola dan pelayanan informasi publik, Kamis-Jumat tanggal 28-29 Juni 2018   Pemerintah Kota Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Bandung menggelar Workshop Keterbukaan Informasi Publik Bagi Para Pengelola Layanan Informasi dan Dokumentasi di bidang Kesehatan. Acara yang bertempat di Sari ater Resort Kabupaten subang ini dihadiri oleh perwakilan PPID Sub Pembantu dari seluruh UPT Kesehatan di  Kota Bandung, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung dr Ahyani Raksanagara.M.,Kes.

Workshop berlangsung selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat menghadirkan  empat orang narasumber, yakni Haneda Sri Lastoto dari Ombudsman Republik Indoensia Perwkilan Jawa Barat , Dan Satriana  Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat , Dodi Iskandar Akademisi,serta Henny S Widyaningsih selaku praktisi dan pemerhati keterbukaan Informasi Publik

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika  Kota Bandung , Dr Ahyani Raksanagara.M.,Kes mengatakan melalui workshop ini dapat menambah pengetahuan di bidang informasi publik bagi seluruh peserta, sehingga dapat memberikan pelayanan permintaan informasi kepada masyarakat dengan baik dan benar. Menurutnya dengan terbitnya Undang Undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, pemerintah Kota Kota Bandung selaku Badan Publik wajib menyiapkan dan menyajikan informasi bagi masyarakat atau publik. “Jadi tidak ada lagi informasi yang harus di tutup tutupi kecuali memag jenis informasi yang dikecualikan berdasarkan undang undang,” katanya

“Kedepan harapkan kami  masing-masing OPD,BLUD,Sekolah dan BUMD di lingkungan pemerintah Kota Kota Bandung nantinya paham, terutama masalah kaitannya dengan informasi publik, sehingga dapat melayani permintaan informasi dari masyarakat dan tidak menyimpang dari ketentuan peraturan per – Undang – Undangan yang berlaku” ungkapnya.

Ia menyebutkan mendapatkan informasi itu hak bagi publik dan mayarakat luas yang diatur dalam pasal 28 huruf F undang- undang dasar 1945. “Yang kemudian dijabarkan dalam undang-undang nomor 14 tahun tentang Keterbukaan Informasi Publik,”

Ditambahkan pelayanan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pendukung untuk mewujudkan Good Governance. Secara umum terdapat tiga prinsip yang melandasi Good Governance yaitu akuntabilitas, transparansi, serta partisipasi masyarakat. Untuk itu keterbukaan informasi untuk publik sangat perlu untuk ditingkatkan, sehingga semua kebijakan, dan hasil-hasil pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, yang diharapakn mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberikan kritik dan masukan bagi pemerintah.

 

Sementara Ketua Panitia Workshop Workshop Keterbukaan Informasi Publik Bagi Para Pengelola Layanan Informasi dan Dokumentasi di bidang Kesehatan yang juga Kabid Diseminasi Informasi ,Dra Elly Harliani M.Si mengatakan PPID Kota Bandung telah terbentuk sejak tahun 2011. “Keterbukaan itu bagian dari tata kelola pemerintah untuk mencapai good, clean dan open governance,” . PPID ini berfungsi memberikan pelayanan terhadap permohonan informasi yang diajukan masyarakat. Menurutnya  Workshop ini bertujuan agar masing masing PPID Sub Pembantu dapat menyiapkan dan membuat Daftar Informasi Publik yang diunggah di Website Pemerintah Kota Bandung, serta dapat mengklasifikasikan informasi yang bersifat berkala, informasi setiap saat, informasi serta merta dan informasi yang dikecualikan. Sebagai PPID Utama yakni berada pada Dinas Komunikasi dan Informatika ,sedangkan PPID Pembantu berada di masing-masing OPD dan PPId Sub Pembantu yang bertanggung jawab pada PPID Pembantunya.

“Selain itu workshop ini elly Harliani berharap workshop ini dapat memberikan pemahaman tentang undang-Undang nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik  kepada ASN di Kota Bandung  khususnya para peserta, Ia berharap workshop yang digelar itu dapat memberikan pemahaman kepada semua pihak terkait  mengenai ketrbukaan  informasi publik.

Ia pun menambahkan berbagai ketentuan tentang infor-masi publik, dari mulai undang-undang hingga peraturan pemerintah yang direalisasikan dalam bentuk peraturan atau keputusan wali kota,  merupakan payung hukum bagi masyarakat untuk memperoleh haknya, sekaligus kewajiban badan publik seperti lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, serta lembaga-lembaga lain yang dibiayai apbd dan apbn,  termasuk di dalamnya Pelayan Kesehatan, untuk menyediakan dan melayani permohonan informasi secara cepat, tepat, biaya ringan dan dengan cara yang sederhana, dengan kekecualian pada informasi yang bersifat ketat dan terbatas.

“fenomena ini harus disikapi oleh jajaran aparatur pemerintah kota bandung dengan melaksanakan tugas secara optimal, termasuk pengelolaan informasi terkait tupoksi agar mudah diakses oleh siapapun yang membutuhkan, sesuai komitmen untuk mewujudkan birokrasi pemerintah yang profesional.” Lanjutnya.

Pada Workshop Keterbukaan Informasi Publik bagi PPID Sub Pembantu, hadir Kepala Bidang Diseminasi Informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Dra. Eli Harliani, M.Si didampingi Kepala Seksi Penguatan Keterbukaan Informasi Publik, Yusuf Cahyadi, SH memberikan pengarahan kepada para  peserta Workshop Keterbukaan Informasi Publik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Penguatan Keterbukaan Informasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yusuf Cahyadi, SH menjelaskan garis besar dari tujuan kegiatan Workshop Keterbukaan Informasi Publik bagi Sub PPID Pembantu ini yaitu melihat perkembangan pelayanan para petugas PPID di Bidang pelayanan keshatan  dan memberikan bekal pembentukan Daftar Informasi Publik yang ada di Puskesmas dan pelayanan kesehatan yang ada Di Dinas Kesehatan kota Bandung. Selain itu, memetakan penerapan undang-undang keterbukaan informasi publik di PPID Sub Pembantu Bidang Pelayanan Kesehatan  di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

“PPID Kota Bandung sangat mengapresiasi pada PPID Sub Pembantu Bidang pelayanan Kesehatan  yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Keterbukaan Informasi Publik ini. Hal ini dapat dijadikan indikasi yang baik bahwa kegiatan ini akan menambah wawasan dan pengetahuan mengenai keterbukaan informasi publik di Puskesmas”. ujarnya

 

 

Masyarakat Kota Bandung Cerdas Berdemokrasi

Diskominfo – PPID

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Bandung, Farhatun Fauziyyah menegaskan, hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandung 2018 berjalan tanpa ada pelanggaran berarti. Hal itu karena warga Kota Bandung sangat cerdas berdemokrasi.

“Terimakasih kepada warga Kota Bandung  yang ikut partisipasi Pilkada  Jabar ataupun Wali Kota. Dengan ikuti aturan dan berperan aktif, masyarakat Kota Bandung cerdas dalam berdemokrasi,” tuturnya Farhatun, Rabu (27/6/2018).

Menurutnya, selama proses dan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018, tidak ada masalah yang berarti. Saat pencoblosan, hampir tidak ada pengaduan yang berat.

“Alhamdulillah Pilkada di Kota Bandung berjalan lancar. Baik rekap situasi maupun dalam penyelenggaraan pemilihan. Semua berjalan lancar,” katanya.

Namun Farhatun mengakui, terdapat beberapa pengaduan ringan. Di antaranya akomodir suara di rumah sakit dan pemilih dari luar kota yang ingin memilih di Bandung.

“Dari hasil pengawasan, TPS pengaduan yang berat itu tidak ada. Jika yang ringan seperti ingin di akomodir suara dari rumah sakit dan juga dari pemilih luar kota yang ingin memilih, tetapi tidak bawa surat A5,” jelas Farhatun.

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Kota Bandung Siap Gelar Pilkada

Diskominfo – PPID

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dadang Supriatna memastikan Kota Bandung telah siap melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, Rabu (27/6/2018) besok.

“Kelengkapan logistik Pilkada seperti kotak suara dan lain-lain sudah siap,” tegas Dadang saat menggelar teleconference dari Balai Kota bersama Pj Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan dengan 15 Kabupaten/Kota lain di Desk Pilkada Balai Kota Bandung, Selasa (26/6/2018).

Untuk memastikan hal itu, Dadang

mendampingi Penjabat Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan meninjau kesiapan logistik di beberapa kantor Kewilayahan di Kota Bandung. Peninjauan langsung tersebut merupakan bukti kesiapan Kota Bandung menggelar Pilkada Serentak.

Saat kunjungan ke lokasi,  Iriawan menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir meski di Kota Bandung ada beberapa lokasi yang belum memiliki kelengkapan logistik, karena akan segera tuntas pada Rabu (27/6/2018)  dini hari.

“Jadi akan selesai hari besok (Rabu) terhitung pukul 00.00 WIB,” kata Iriawan di Kantor Kecamatan Bandung Wetan.

Iriawan mengungkapkan, pendistribusian Pilkada memang lebih mengutamakan daerah lain dibandingkam Kota Bandung. Sehingga logistik untuk Kota Bandung sedikit lebih telat dibandingkan daerah lainnya.

“Di Kabupaten/Kota lain yang lokasinya terpencil sudah mendahului semua. Kalau di Kota Bandung, transportasinya mudah. Jadi ditaruh belakangan,” jelas Iriawan.

Dari peninjauan tersebut, Iriawan berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menuntaskan persiapan yang tinggal sedikit lagi.

“Jadi kita harapkan KPU segera menindaklanjuti sedikit kekurangan ini,” tegas Iriawan.

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Besok Hari Pencoblosan, Ini Dia Fakta Dan Data Pilwalkot Bandung 2018

Diskominfo – PPID

Bersama dengan 16 kota/kabupaten lain di Jawa Barat, Kota Bandung kembali menggelar pemilihan Wali Kota (Pilwalkot). Ini merupakan kali ketiga Kota Bandung menggelar pemilihan Wali Kota secara langsung.

Sebanyak tiga pasangan calon mengkuti Pilwalkota 2018 ini. Ketiganya yaitu Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat, Yossi Irianto-Aries Supritna, dan Oded M. Danial-Yana Mulyana.

Wali Kota terpilih akan memimpin Kota Bandung untuk peroiode 2018-2013. Berikut Humas Setda Kota Bandung sajikan sejumlah fakta dan data Pilwalkot Bandung:

  1. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung telah menetapkan sebanyak 1.659.017 pemilih masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah DPT tersebut terdiri dari 826.393 pemilih laki-laki dan 832.624 pemilih perempuan dari 30 kecamatan di Bandung.

 

  1. Jumlah pemilih di Pilwalkot 2018 ini bertambah sebanyak 209 orang dibandingkan Pilwalkot 2013 lalu. Karena pada Pilwalkot 2013 lalu, terdapat 1.658.808 pemilih yang masuk DPT. Di dalamnya, terdapat kurang lebih 30 ribu pemilih baru.

 

  1. Wilayah dengan DPT paling banyak yaitu Kecamatan Bandung Kulon dengan 91.018 pemilih. Sedangkan DPT terendah yakni Kecamatan Cinambo sebanyak 15.740.

 

  1. Untuk menyalurkan aspirasi, KPU Kota Bandung menetapkan 4.419 tempat pemungutan suara di 151 kelurahan. Di setiap TPS, KPU Kota Bandung telah menugaskan 9 orang personel, termasuk 2 orang petugas keamanan dari unsur Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

 

  1. KPU Kota Bandung telah menyiapkan 10 TPS yang lokasinya berdekatan dengan rumah sakit di Kota Bandung. Tujuannya agar KPU bisa melayani pemungutan suara bagi pasien, penunggu pasien, dan petugas kesehatan di rumah sakit. Syaratnya, para pemilih harus memiliki formulir A5 untuk bisa berpartisipasi dalam pemilu ini.

Menurut Ketua KPU Kota Bandung, Rifki Alimubarok, TPS  khusus yang paling besar yaitu RSHS dan Al Islam.

“Problem kita, mereka nggak mungkin pulang ke Garut dan Tasik. Jadi harus punya formulir A5,” ujar.

 

  1. Pemerintah Kota Bandung menargetkan partisipasi pemilih tahun 2018 ini mencapai 70%. Pada Pemilu tahun 2013, partisipasi pemilih di Kota Bandung hanya 60,47%, sedangkan pada tahun 2008 mencapai 69%.

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Pemkot Bandung Gelar Lomba Tps Dan Diskon Jari Ungu

Diskominfo – PPID

Guna meningkatkan partisipasi pemilih, tahun ini Pemkot Bandung bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menggelar lomba Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pemenangnya akan mendapatkan hadiah senilai Rp10 juta dari Pemerintah Kota Bandung.

Tiga komponen penilaian, yaitu dekorasi, partisipasi, dan aksesibilitas. Pada kategori dekorasi, pemenangnya adalah TPS dengan dekorasi paling unik kreatif. Warga bisa menghias TPS dengan tema tertentu.

Sementara itu, kategori partisipasi penilaiannya dari jumlah keikutsertaan pemilih di TPS tersebut yang mendekati 100%. Sedangkan penilaian kategori aksesibilitas dilihat dari keterjangkauan TPS bagi pemilih difabel.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung dan KPU Kota Bandung juga bekerja sama dengan pengusaha restoran di Kota Bandung untuk memberikan potongan harga bagi pengunjung yang telah menggunakan hak pilihnya.

“Saya sudah mengirimkan edaran siapa warga yang ingin makan setelah pencoblosan datangi restoran yang berpartisipasi memberikan diskon. Kuncinya adalah tunjukkan kelingkingnya sudah dicelupkan oleh tinta ungu. Mudah-mudahan tidak berkeliling demi diskon. Cukup di satu tempat saja,” ujar Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Selasa (26/6/2018).

Pada pemilu kali ini, Ridwan akan mencoblos di TPS 21 Kelurahan Cigadung. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial akan memilih di TPS 002 Kelurahan Sukaraja.

“Karena TPS dekat rumah temanya Piala Dunia, maka nanti saya pakai seragam Jerman. Bu Cinta (Atalia) seragam Brazil. Supaya terlihat lagi Piala Dunia dan pencoblosan,” ujar Ridwan.

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Ridwan Kamil: PPDB 2018 Harus Zero Complain 

Diskominfo – PPID

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menegaskan, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di Kota Bandung wajib “Zero Complain”. Untuk itu juga, Ridwan meminta kepada para kepala sekolah untuk bekerja  lebih profesional.

“Tahun kemarin harus menjadi pembelajaran. Sehingga tahun 2018 ini lebih matang dan siap menghadapinya,” tegas Ridwan saat memberi pengarahan kepada para Kepala Sekolah mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP 43 Kota Bandung Jalan Kautamaan Istri, Selasa (26/6/2018).

Ridwan menegaskan, PPDB Kota Bandung harus objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Objektif yaitu memenuhi ketentuan perundangan-undangan. Kedua, transparan yaitu proses pelaksanaannya terbuka.

Sedangkan akuntabel, proses dan hasil dapat dipertanggungjawabkan. Terakhir, berkeadilan yaitu semua warga negara berhak mendapat pendidikan sesuai dengan kriterianya.

“Maka dari itu, kita bekerja dengan ikhlas. Intinya, dimana pun anak Kota Bandung bersekolah sama aja. Tidak ada sekolah favorit-favoritan,” ujarnya.

Di luar itu, Ridwan mengimbau kepada  para orang tua siswa tidak memaksakan anaknya untuk bersekolah di SMP Negeri. Ia juga meminta kepada para orang tua mengetahui secara detail tentang tata cara pendaftaran ke sekolah.

“Sekolah dimana saja sama, mau negeri ataupun swasta,” kata Ridwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana mengatakan, PPDB di Kota Bandung memberlakukan sistem kebijakan Zonasi. Melalui sistem ini, penerimaan peserta didik berdasarkan radius dan jarak. Harapannya, semua warga Kota Bandung bisa mendapat pendidikan yang dekat tempat tinggal.

“Kelebihan sistem zonasi yaitu pemerataan pendidikan, lebih hemat waktu karena sekolah dekat, lebih hemat biaya transportasi, dan mengurangi kemacetan. Dengan sistem ini para calon murid yang akan sekolah mampu memilih sekolah dengan mudah,” tutur Elih.

Khusus untuk jalur prestasi yaitu bidang sains, olahraga, seni budaya, ilmu pengetahuan (Iptek) dan keagamaan.

Untuk jalur akademik, kata Elih, dengan ketentuan penyaluran di lima sekolah tingkat SMP yaitu SMP 2, SMP 5, SMP 7, SMP 14 dan SMP 44 dengan kuota masing-masing 40 persen. Jalur ini hanya untuk penduduk kota Bandung dengan kriteria jumlah nilai USBN + rata rata nilai raport pengetahuan kelas IV & V semester 1&2 serta kelas V semester I.

Ditambahkan Elih, untuk calon peserta didik luar daerah Kota Bandung hanya dapat mendaftar ke sekolah perbatasan dengan kuota maksimal 10 persen. Hanya di 16 sekolah yaitu, SMP 12, SMP 18, SMP 26, SMP 29, SMP 38, SMP 39, SMP 46, SMP 47, SMP 48, SMP 50, SMP 51, SMP 52, SMP 53, SMP 54, SMP 55 dan SMP 57.

Sementara itu, untuk Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP), jalur yang disediakan dari kalangan ekonomi kurang mampu dengan kuota minimal 20 persen yang termasuk dalam jalur zonasi 90 persen.

Elih  memastikan, proses PPDB di Kota Bandung untuk TK, SD dan SMP berlangsung serentak.

Berikut Jadwal PPDB 2018 Kota Bandung:

– Pendaftar, 2-6 Juli

– Pengumuman, 9 Juli

– Daftar ulang, 10-11 Juli

– Perpanjangan pendaftaran, 11-12 Juli

– Pengumuman hasil perpanjangan, 13 Juli

– Perpanjangan daftar ulang, 14 Juli

– Hari pertama sekolah, 16 Juli

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Oded Ajak Warga Kembangkan Tanaman Obat Keluarga

Diskominfo – PPID

Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengajak warga untuk menanam tanaman obat keluarga (Toga) di halaman rumah. Pasalnya, Toga memiliki manfaat yang beragam.

“Indonesia iklimnya  tropis tentu akan memudahkan tanaman obat tumbuh di lingkungan rumah. Saya sangat berharap program Toga bisa mengakar dan membumi di masyarakat Kota Bandung,” tutur Oded di sela-sela menerima Tim Penilai Pemanfaatan Toga Mandiri Tingkat Provinsi di Alun-alun Komplek Adipura Blok Tulip RW 10 Kelurahan Rancabolang Kecamatan Gedebage, Selasa (26/6/2018).

Man Oded, sapaan akrab Oded M Danial mengungkapkan, telah selama 17 tahun tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan modern. Selama 17 tahun, Mang Oded lebih memilih memanfaatkan obat-obatan tradisional atau herbal. Hasilnya, ia merasa lebih sehat.

“Dari usia 40 tahun, saya sudah berhenti memakai obat kimia. Dan sekarang di usia 57 dengan 7 cucu tetap merasa sehat. Itu karena sudah tidak pakai obat kimia dan selalu menggunaka herbal,” aku Mang Oded.

Meskipun Toga memang bekerja lebih lambat dari obat kimia, Oded mengatakan pengobatan herbal memiliki kelebihan salah satunya yaitu tidak ada efek samping.

“Sembuhnya memang butuh proses tidak seperti obat kimia yang cepat tapi dengan Toga akan aman tanpa efek samping ,” katanya.

Oleh karenanya, ia berharap, masyarakat dapat terus membiasakan diri sedikit demi sedikit menanam Toga di ruang sekecil apapun yang ada di tempat tinggalnya.

Pada kesempatan itu, Mang Oded berterima kasih kepada tim Penilai Provinsi dan aparat Kewilayahan. Karena RW 10 Kelurahan Rancabolang Kecamatan Gedebage berhasil memanfaatkan Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK).

“Ini salah satu  bukti bahwa Kota Bandung secara Kewilayahan bisa  memiliki taman dari PIPPK. Hasilnya pun bisa dimanfaatkan sebagai lahan yang berguna. Salah satu contohnya Toga,” tutur Mang Oded.

Ia pun sangat mengapresiasi RW 10 yang telah mengembangkan program Toga sehingga bisa mewakili Kota Bandung untuk lomba di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Intinya saya berterima kasih pada tim penilai dan juga ber terima kasih pada warga di sini yang telah sama-sama  mengembangkan Toga. Mudah-mudahan bisa jadi tren dalam upaya membuat Kota Bandung menjadi lebih Juara,” pujinya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Pemanfaatan Toga Mandiri Provinsi Jawa Barat, Sarie Mediawatie mengatakan, penilaian ini tidak hanya seremonial saja tapi menjadi bagian yang mengakar di masyarakat.

“Ini adalah bentuk apresiasi dari pemerintah dengan semangatnya untuk menigkatkan kesehatan warga. Selain secara medis tapi juga dengan alternatif yaitu Toga,” paparnya.

Ia menambahkan, meskipun penyelenggara adalah Kementrian Kesehatan tetapi di lapangan para kader PKK memiliki andil yang besar dalam mendorong Masyarakat untuk menanam Toga.

“Di  Jawa Barat sebesar 35 persen melakukan kegiatan Toga dengan berbagai cara. Kebanyakan oleh kader PKK,” jelas Sarie.

Pemanfaatan Toga ini sudah dilombakan dari tahun  2016. Kota Bandung menjadi  juara 1  pada  2017. Namun saat penilaiannya berubah menjadi lomba pemanfaatannya, Kota Bandung meraih peringkat kedua. Sedangkan untuk  tahun 2018  ini, kata Sarie,  di tingkat  nasional juga ada lomba.

“Jadi hari ini ada 3 tim terjun ke tiap kabupaten/kota yaitu Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kota Ciamis , Kabupaten Sukabumi dan Kota Bekasi. Untuk Lomba tingkat provinsi ada juara 1, 2, dan 3 yang diambil dari 7 kabupaten/kota. Nantinya hanya juara 1 yang mewakili Jabar ke tingkat nasional,” papar Sarie.

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Memenuhi Syarat, Pemilih Luar Kota Bisa Nyoblos Di Kota Bandung

Diskominfo – PPID

Kota Bandung siap menerima pemilih dari golongan peralihan yang merupakan pemilih dari luar Kota Bandung. Kendati demikian, pemilih dari luar Kota Bandung harus tetap memenuhi persyaratan sebagai pemilih.

“Tetapi golongan peralihan ini juga perlu hati-hati di TPS. Mereka bisa memilih dengan formulir A5 yang disediakan oleh TPS,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung Dadang Supriatna menghadiri rapat persiapan akhir Pilkada Serentak 2018 dan jadwal pemantauan langsung pemungutan suara di Ruang Rapat Sanggabuana Gedung Sate Jalan Diponegoro No. 22 Bandung, Senin (25/6/2018).

Dadang mengungkapkan, Kota Bandung sudah mengantongi lebih dari 99% warga terdaftar sebagai DPT. Dalam DPT terdapat sebanyak 1.659.017 pemilih yang terdiri dari 826.393 pemilih laki-laki dan 832.624 pemilih perempuan.

“Hingga hari ini sampai tadi pagi dari 1.650.000 DPT, tinggal sekitar 4000 lagi warga yang masih didata,” kata Dadang.

“Mudah-mudahan bagi yang telah terdaftar sebagai DPT ini dapat menggunakan hasil suaranya dan memenuhi target Kemendagri agar hasil suara sah di Kota Bandung mencapai yang mencapai 78%,” lanjutnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Jawa Barat, Endun Abdul Haq meminta 16 Kabupaten/Kota yang mengadakan Pilkada, harus cermat dalam memastikan kelengkapan surat yang perlu dibawa oleh pemilih.

“Pemilih harus tetap membawa C6 dan KTP Elektronik saat pemilihan agar bisa memilih. Untuk golongan peralihan bisa tetap memilih gubernur, tapi diverifikasi terlebih dahulu di TPS,” terang Endun.

Formulir C6 merupakan undangan yang dikeluarkan panitia pilkada agar warga datang ke TPS setempat.

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Ridwan Kamil Ingin Pilkada Di Kota Bandung Bak Festival

Diskominfo – PPID

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil berharap pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Kota Bandung menjadi momen  menyenangkan layaknya festival. Oleh karenanya, Ridwan meminta Tempat Pemilihan Suara (TPS) dibuat kratif.

“Bandung harus jadi percontohan pesta demokrasi, partisipasinya harus tinggi dan kreatif. Mudah-mudahan, pesta demokrasi dibuat seperti festival,” kata pria yang biasa disapa Emil saat bersilaturahmi dengan  para pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Senin (25/6/2018).

Ia meminta agar aparat kewilayahan menggelar lomba TPS kreatif. Nantinya, TPS juara  akan memperoleh hadiah.

Emil juga berharap, warga Kota Bandung menjaga keamanan dan ketertiban lingkungannya masing-masing selama pelaksanaan pencoblosan pada Rabu (27/6/2018).

“Kota Bandung harus menjadi kota percontohan pesta demokrasi yang diadakan 5 tahun sekali,” tuturnya.

Pada acara silahturahmi tersebut,Emil yang didampingi Ketua TP PKK Kota Bandung Atalia Praratya menyampaikan permohonan maaf. Ia pun mengaku senang bisa bertemu kembali dengan para kader PKK.

“Alhamdulillah bisa bertemu lagi, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Emil berpesan, agar PKK Kota Bandung bisa semakin maju. “PKK masa depan harus lebih baik,” tuturnya.

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA.

 

Oded: Istiqomah Bukti Keberhasilan Berpuasa Ramadan

Diskominfo – PPID

Istiqomah mejalankan ibadah seperti saat Ramadan merupakan tanda keberhasilan  berpuasa. Sejatinya, beribadah harus lebih giat usai melewati Ramadan.

“Bila kita istiqomah selain di bulan Ramadan,  maka jaminanya akan sukses dunia dan akhirat. Karena istiqomah dan beribadah justru harus lebih kuat lagi setelah melewati Ramadan,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat memberikan tausiah pada pengajian Lansia yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan  Perempuan , Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat di Masjid Al Ukhuwah Jalan Wastukancana, Senin (25/ 6/2018).

“Sesuai namanya, bulan Syawal berarti peningkatan yang sukses. Dan setelah Syawal dan sebelas bulan berikutnya harus lebih baik beribadahnya dari tahun sebelumnya. Itu tanda yang sukses melalui Ramadan,” lanjutnya.

Untuk itu juga, Oded mengajak para Lansia dan warga lainnya terus memperkuat dan memperbanyak ibadah setelah Ramadan.

“Jika ingin sukses, ada tiga hal yang harus dilakukan. Bacalah selalu Alquran, dirikan salat dan rajin berinfak dan bersedekah,” imbau Oded.

Pada pengajian ini, Komisaris Daerah Lansia Kota Bandung mengundang Ustaz Evie Effendi. Sejumlah Lansia  yang hadir di antaranya yaitu para pensiunan Pemkot Bandung dan para veteran.

 

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA