Alhamdulillah, Pilkada Kota Bandung Lancar Dan Meriah

Diskominfo – PPID

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Kota Bandung berjalan dengan lancar. Sebanyak 4.419 Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggelar pencoblosan penuh dengan kemeriahan.

“Alhamdulillah hari ini berjalan dengan lancar. Kita tinggal menunggu keputusan akhir dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) mengenai siapa pemenang pemilu Kota Bandung tahun ini,” ucap Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung Dadang Supriatna di Kantor Desk Pilkada Balai Kota Bandung, Rabu (27/6/2018).

Dadang menyatakan, Pilkada di Kota Bandung berjalan dengan kondusif. Warga bahkan menjadikannya sebagai ajang kegembiraan. Beberapa TPS didekorasi sekreatif mungkin dengan berbagai tema.

“Sebanyak 12 TPS kreatif telah melaporkan, Temanya macam-macam, ada yang Piala Dunia, Asian Games, ada juga yang budaya Sunda,” tutur Dadang.

Salah satu dekorasi favorit yaitu Piala Dunia. Hal ini karena Pilkada Serentak bertepatan dengan digelarnya Piala Dunia. Setidaknya ada 4 TPS yang mengambil tema tersebut, yaitu TPS 39 dan 40 di Kelurahan Pasanggrahan, TPS 5 Kelurahan Cibadak, dan TPS 21 Kelurahan Cigadung.

Sementara itu, ada pula yang mengangkat tema-tema unik, seperti TPS 3 Kelurahan Cibadak yang memilih tema Aladin dan TPS 4 Kelurahan Cibadak yang menghias TPS dengan ornamen Tionghoa.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mulai merilis hasil perhitungan suara di TPS. Humas Kota Bandung memantau, pada Rabu (27/6/2018) pukul 19.00 WIB telah ada 6,83% data yang masuk. Perkembangan data tersebut dapat dilihat di website infokpujabar.org.

Kendati telah mulai terlihat perolehan suara tiap-tiap calon, Dadang mengimbau agar para simpatisan tidak berksi berlebihan, baik reaksi positif maupun negatif. Dadang mengingatkan, para simpatina lebih baik mnunggu hasil rekapitulasi resmi KPU pada 7 Juli 2018 mendatang.

“Jadi jangan ada euforia berlebihan bagi simpatisan yang pasangan calonnya menang atau yang kalah bisa menerima hasil perhitungan dengan baik. Toh ini belum resmi. Terpenting kita jaga situasi ini tetap nyaman dan kondusif,” ujarnya.

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

 

 

Kota Bandung Siap Raih Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Nindya

Diskominfo – PPID

Setelah mendapatkan predikat Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya, Kota Bandung kini tengah berusaha meraih predikat tingkat Nindya. Artinya, Kota Bandung tengah berusaha menjadi semakin layak untuk anak.

“Alhamdulillah, tahun lalu Kota Bandung langsung menerima predikat tingkat Madya. Tahun ini kami harap mendapat tingkat Nindya,” tutur Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat  (DP3APM) Kota Bandung, Eem Sukaemah, pada kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah Kota Bandung, Kamis (29/7/2018).

Eem mengungkapkan, suatu kota berpredikat layak anak jika bisa memberikan rasa aman, nyaman, bebas diskriminasi dan eksploitasi. Jika suatu kota sudah layak anak, maka kota tersebut bisa layak untuk semua.

“Memang untuk menghilangkan diskriminasi dan ekspolitasi anak itu sulit. Namun salah satu indikator penilaian KLA adalah penanganan yang dilakukan pemerintah,”ujar Eem.

Eem menjelaskan, untuk memenuhi hak anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memberikan yang terbaik. Pemkot Bandung telah membuat berbagai kebijakan untuk menghadirkan kota yang nyaman bagi anak.

Kebijakan tersebut mencakup 6 klaster tumbuh kembang anak, yakni klaster kelembagaan, klaster hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan. Sedangkan dua klaster lainnya yaitu klaster pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta klaster perlindungan khsusus.

Pada klaster hak sipil dan kebebasan, Pemkot Bandung memberikan ruang kepada Forum Anak Kota Bandung untuk turut merencanakan pembangunan. Mereka dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Bandung.

Selain itu, Pemkot Bandung memenuhi hak kependudukan anak dengan menerbitkan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak melalui sistem jemput bola.

Klaster kedua adalah kesehatan dasar dan kesejahteraan. Pada klaster ini, Pemkot Bandung menyediakan akses kesehatan untuk anak. Pemkot Bandung memperbanyak Puskesmas yang bisa melayani rawat inap dan melakukan berbagai inovasi kesehatan lainnya.

“Pemkot Bandung memang memberikan perhatianyang besar bagi anak-anak. Karena ini berkaitan dengan masa depan mereka,” katanya.

Eem menambahkan, anak merupakan mata rantai manusia yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa pada masa depan.

“Kita berusaha menyiapkan generasi muda yang berkualitas sebagai penerus dan pewaris bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaaan dan Perlindungan Perempuan DP3APM Kota Bandung, Diden Siti Sondari menegaskan, Pemkot Bandung terus berupaya untuk memberikan perhatian khusus bagi anak- anak maupun keluarga.

Menurutnya, dari segi pendidikan karakter, Pemkot Bandung telah menggulirkan program Magrib Mengaji untuk memastikan anak-anak mendapatkan wawasan keagamaan. Setiap hari seusai salat Magrib, anak-anak pergi ke masjid untuk mengaji dan mendapatkan pendidikan akhlak.

“Dengan menciptakan berbagai kegiatan maka peran anak dilingkungan semakin produktif,” katanya.

Berkaitan peringatan Hari Anak Nasional, Pemkot Bandung akan mengelar Hari Anak Nasional di Taman Lalu Lintas pada 9 Agustus mendatang. Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Bandung ini mengusung tema “Menciptakan Anak yang Genius”. Harapannya, peringatan tersebut menjadi inspirasi dan motivasi para orang tua untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pemenuhan kebutuhan dan perlindungan anak-anak.

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

 

Oded Ajak Muslim Kota Bandung Semakin Bersahabat Dengan Alquran

Diskominfo – PPID

Wakil wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta umat muslim Kota Bandung semakin bersahabat dengan Alquran. Karena membaca Alquran merupakan salah satu kewajiban umat Muslim.

“Jika ingin menjadi manusia yang sukses menjadi hamba Allah di dunia dan akhirat terdapat tiga hal. Salah satunya membaca Alquran setiap saat,” kata Oded saat acara silaturahmi dan halalbihalal di kantor Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Selasa (10/7/2018).

Oded mengungkapkan, kebiasaan membaca di bulan Ramadan lalu harus terus dilanjutkan. Ramadan lalu merupakan sebuah rangkaian proses edukasi dan pembinaan.

“Saya ucapkan selamat karena kita sudah melalui proses pembinaan yang bernama Universitas Ramadan. Dan juga selamat Idulfitri, karena sebenarnya itu inti dari halalbihalal,” ujar Oded.

Selain membiasakan diri membaca Alquran, Oded juga menyebut dua hal lain yang harus selalu dilakukan oleh umat muslim Kota Bandung. Hal itu mengacu pada Alquran Surat Fathir ayat 29.

“Selain membaca Alquran, dua hal lainnya yang harus terus dilaksanakan yautu salat dan bersedekah,” tuturnya.

Jika terus melaksanakan tiga hal tersebut, Oded yakin, umat muslim Kota Bandung akan sukses di dunia dan akhirat.

“Itulah hamba Allah yang pantas berhadapan dengan Allah SWT dan tidak akan bertemu dengan kegagalan hidup. Begitulah tiga kunci sukses menjadi manusia dan akan dimudahkan dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali,” ujar Oded.

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

 

Pemkot Bandung Dukung Kenyamanan Transportasi Jemaah Haji

Diskominfo – PPID

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berusaha memberikan kenyamanan kepada calaon jemaah haji asal Kota Bandung. Salah satunya memberikan bantuan dana untuk transportasi keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Kota Bandung.

Tahun ini, Kota Bandung memberikan dana melalui bantuan hibah sebesar Rp1,7 miliar. Sedangkan tahun sebelumnya, Pemkot Bandung juga mengucurkan dana sebesar Rp1,6 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Tatang Muhtar, usai menghadiri Pelepasan Calon Jemaah Haji Kota Bandung tahun 1439 H/2018 M sekaligus Pembukaan Bimbingan Manasik Haji, di Masjid Pusdai Jalan Diponogoro, Selasa (10/7/2018).

Tatang mengatakan, kuota jemaah haji Kota Bandung tahun 2018 meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun 2017 kuota haji Kota Bandung sebanyak 1.731 jemaah. Di tahun 2018 menjadi 2.464 jemaah yang terdiri dari 1.069 (laki-laki)  dan 1.395 (perempuan). Ditambah 9 orang dari Tim Pembina Haji Daerah (TPHD) Kota Bandung sehingga berjumlah 2473 jemaah.

Sedangkan petugas kloter asal Kota Bandung yang menjadi Tim pembimbing haji Indonesia (TPHI) 6 orang, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) 4 orang dan Tim Pembina Haji Daerah (TPHD) 9 orang. Sedangkan ketua rombongan (Karom) sebanyak 246 orang dan ketua regu (Karu) sebanyak 60 orang.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wai Kota Bandung, Oded M. Danial mengucapkan selamat kepada calon jemaah yang akan berangkat ke tanah suci.

“Mudah-mudahan, sebagai tamu Allah tahun ini dapat panggilan untuk melaksanakan amanah suci dengan tertib dan nyaman,” katanya.

Oded pun mendoakan kepada para calon jemaah yang akan berangkat menjadi haji yang mabrur dan mabruroh.

“Laksanakan ibadah dengan khusyu, Insya Allah ibadahnya lancar,” ujar Oded.

Ia berpesan, selama melaksanakan ibadah haji, para jemaah menyiapkan fisik, mental dan spiritual yang kuat.

“Menjalankan sebuah ibadah tentu saja harus menyiapkan fisik dan mental juga spiritual. Maka dari itu saya pesan, persiapkan aja tiga hal itu,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum DPD MUI Kota Bandung, Miftah Faridl, Ketua IPHI Kota Bandung Hudaya Prawira Kepala Seksi PHU Kemenag Kota Bandung Hotimul Manan dan para petugas serta calon jemaah haji maupun peserta manasik haji 2018.

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

 

Ridwan Kamil: Bersekolah Di Mana Pun Di Kota Bandung Dijamin Terbaik Di Indonesia

Diskominfo – PPID

Hari ini, Senin (9/7/2018), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah mengumumkan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. Pemkot Bandung mengumumkannya melalui situs PPDB Kota Bandung.

Terhadap pengumuman tersebut, Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menegaskan, pilihan sekolah negeri manapun di Kota Bandung merupakan pilihan terbaik. Ia mengingatkan agar para orang tua siswa tak perlu khawatir akan kualitas sekolah anaknya.

“Kualitas pendidikan di Kota Bandung itu naik. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di bidang pendidikannya aja lebih dari 90. Artinya, bersekolah di mana saja di Kota Bandung kualitasnya saya jamin salah satu yang terbaik di Indonesia,” ucap Ridwan di salah satu rumah makan di Bandung.

Adapun kepada calon siswa yang belum bisa diterima di sekolah negeri, Ridwan berharap tidak berkecil hati. Sebab, kuota sekolah negeri memang terbatas. Hanya tersedia sekitar 16.628 kursi di jenjang SMP negeri untuk sekitar 27.828 calon peserta didik.

“Inilah PR (Pekerjaan Rumah) besar negara bahwa sekolah negeri memang terbatas. Semua berlomba-lomba ingin masuk sekolah negeri. Sementara jumlah terbatas. Untuk itu tugas kita memeratakan kualitas sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit,” katanya.

Pria yang akrab disapa Emil ini menilai, masalah bisa muncul karena paradigma orang tua masih ada klasifikasi sekolah favorit dan tidak favorit. Pemkot Bandung terus berupaya menghilangkang paradigma tersebut.

“Padahal kita sudah me-rolling guru-guru terbaik se-Kota Bandung, me-rolling kepala sekolah yang teladan se-Kota Bandung, sehingga mau sekolah di mana saja kualitasnya harusnya sama,” imbuh pria jebolan Institut Teknologi Bandung itu.

Kendati demikian, ia berusaha memfasilitasi seluruh kepentingan masyarakat dengan prinsip yang berkeadilan. Pemkot Bandung melalui Dinas Pendidikan telah membuat kebijakan agar setiap siswa memperoleh perhatian dengan membuat berbagai jalur masuk, seperti jalur Rawan Melanjutkan Pendidikan bagi siswa kurang mampu, jalur prestasi, jalur akademik, dan jalur zonasi.

“Tentulah setiap orang punya harapan dan cita cita, tapi kan dimensi pendidikan tidak semata mata kepintaran saja tapi rasa keadilan,” ujarnya.

Ia pun mempersilakan kepada pihak-pihak yang merasa belum puas terhadap hasil PPDB untuk menyampaikan aspirasinya di saluran-saluran yang sudah disediakan. Setiap sekolah membuka meja pengaduan untuk calon orang tua siswa yang menemui kendala. Bahkan, Emil tak keberatan jika ada pelaporan tindakan kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Dinamika selalu ada tapi Pemkot Bandung mencoba semaksimal mungkin bersikap adil. Oleh karena itu kalau ada kekurangpahaman atau kekurangpuasan kita ada lembaga pengaduan yang insya Allah akan  memfasilitasi permasalahan itu secara aturan dan regulasi,” tuturnya.

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Ridwan Dan Oded Optimalkan Pembangunan 3 Bulan Terakhir

Diskominfo-PPID

 

Menjelang akhir masa jabatan, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial akan melakukan serangkaian percepatan pembangunan di tiga bulan terakhir masa jabatannya. Untuk itu, para kepala dinas wajib meningkatkan semangat dan kinerjanya.

“Kami akan mengejar status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang menurut BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) hanya masalah waktu. Itu akan kita kebut meskipun nanti yang akan menerima adalah wali kota baru,” ujar Ridwan usai menggelar rapat rutin pimpinan di Pendopo Kota Bandung, Senin (2/7/2018).

Selain opini WTP, Ridwan juga memprioritaskan pembangunan fisik yang harus selesai di tahun ini. Salah satunya adalah Rumah Deret Tamansari. Ia ingin agar semua pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Apartemen Tamansari jalan terus. Kita sudah menang di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara), karena itu juga untuk kesejahteraan warga,” ucapnya.

Ia optimis, pembangunan infrastruktur akan tetap berjalan karena ia dan Oded terus memantau pekerjaan. Keduanya sudah fokus kembali karena proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah selesai.

“Saya besok ada rapat besar untuk lelang proyek. Untuk mengetahui anggaran triliunan ini per minggu ini sudah sampai mana, saya akselerasi dan langsung dikerjakan. Memang pasti nanti perubahannya hadir rata-rata di akhir tahun di wali kota baru,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada periode pemerintahan selanjutnya agar perubahan-perubahan positif yang telah terjadi selama lima tahun ini tidak membuat para pejabat terlena. Ia tak ingin Bandung stagnan karena menganggap diri sudah baik.

“Kecepatan saya membangun Bandung itu, 10 proyek setiap tahun. Jadi tidak boleh turun di kepemimpinan baru. Maksudnya, para kepala dinas agar jangan turun standar kecepatan memberikan inovasi karena pasti rakyat akan menilai,” pesannya.

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Ombudsman Pantau Penyelenggaraan PPDB Tahun 2018 

Diskominfo-PPID

Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat turut memantau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018. Lembaga negara pengawas pelayanan publik itu ingin memastikan penyelenggaraan PPDB berlangsung lancar tanpa komplain atau zero complain.

“Hari ini petugas kami telah memantau on the spot ke beberapa sampel sekolah baik tingkat SD, SMP maupun SMA/SMK di Kota Bandung,” ungkap Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Haneda Sri Lastoto di kantornya, Jalan Kebonwaru Utara, Kota Bandung, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, PPDB merupakan tanggung Jawab pemerintah dan sekolah sebagai penyelenggaranya. Sudah sepatutnya sekolah menyiapkan kanal khusus untuk menangani pengaduan masyarakat dalam hal ini orang tua calon peserta didik. Penanganan pengaduannya pun harus yang efektif.

“Keberadaan Ombudsman bagian dari membantu pemerintah dan masyarakat. Kalau masyarakat sudah sampaikan keluhan kepada internal sekolah namun tidak direspon dengan baik maka kami bisa menjadi alternatif untuk menerima pengaduan lanjutan selain tentunya ke DPRD,” bebernya.

Haneda mengingatkan, informasi yang diterima oleh masyarakat harus merupakan informasi final dari pihak yang berwenang, sumber primer agar utuh. Ia berharap, masyarakat teliti dan cermat, segala sesuatu harus dibuktikan dengan tanda bukti.

“Terutama kepada orang tua, persyaratan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku baik Perwal maupun Pergub. Jangan sampai terjadi perilaku menyimpang baik oleh masyarakat sendiri maupun pihak sekolah,” tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Noer Adhe P. menambahkan, pihaknya baru memantau di sejumlah sekolah karena keterbatasan sumber daya. Sejauh yang sudah dipantau, tidak ada permasalahan dalam PPDB di Kota Bandung.

“Di Kota Bandung sejauh ini belum ditemui masalah administrasi terkait PPDB,” sebutnya.

Adhe menyebutkan, Dinas Pendidikan Kota Bandung sudah menempatkan sub Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu di sekolah-sekolah untuk menampung pengaduan dari masyarakat. Kalaupun ada masalah, masyarakat bisa memanfaatkan kanal tersebut untuk menyampaikan pengaduan.

Untuk menghindari masalah pada saat mengikuti PPDB, dia Noer mengimbau agar para orang tua percaya terhadap kemampuan anaknya dan tidak memaksakan mendaftar di sekolah berlabel favorit karena pemerintah telah berusaha memeratakan pendidikan.

“Hilangkan gengsi dengan memaksa memasukkan anak ke sekolah berlabel favorit. Apalagi sekarang sudah ada regulasi tentang zonasi. Jangan juga memulai sesuatu yang menyimpang dari aturan, ikuti prosedur dan jadwal yang sudah ditentukan. Kalau ada temuan harus berani lapor ke desk pengaduan di sekolah ataupun ke Ombudsman,” paparnya.

Adapun masyarakat yang ingin mengadu ke Ombudsman dapat mendatangi kantor Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat di Jalan Kebonwaru Utara, Kota Bandung telepon (022)-7103733/Whatsapp 087717930058 atau melalui surel ke alamat email pengaduan.ombudsmanjabar@gmail.com atau jabar@ombudsman.go.id.

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Oded Optimis Lppd Kota Bandung Terbaik

Diskominfo – PPID

Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bandung terus meningkatkan kinerja untuk mencapai hasil yang terbaik. Karena pencapaian rencana kerja akan berpengaruh pada Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD).

“Maka dari itu, kita harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas agar laporan kinerja semakin baik,” tutur Oded saat menerima Tim Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Provinsi Jawa Barat, di Balai Kota Bandung Jalan Wastukancana, Senin (2/7/2018).

Oded mengatakan, sejak beberapa tahun lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memperbaiki capaian LPPD dan penilaian atas laporan keuangan. Hasilnya, sesuai keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 100 – 53 tahun 2018 tentang peringkat dan status  kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara nasional, Pemkot Bandung mendapatkan peringkat ke -7 secara nasional dengan skor 3,4110 atau status sangat tinggi bintang tiga.

“Prestasi ini harus menjadi energi bagi kita, Pemkot Bandung sudah 2 kali berturut-turut masuk dalam 10 besar. Insya Allah tahun ini masuk lagi, lebih baiknya masuk 5 besar,” ujar Oded.

Untuk meraih hal itu, Oded mengajak seluruh OPD bekerja sebaik mungkin. Menurutnya, untuk meraih itu tak cukup dengan komitmen pimpinan daerah saja. Para perangkat daerah harus konsisten dalam memberikan data secara valid dan dapat mempertanggungjawabkannya.

“Kinerja perangkat daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan menjadi bidang tugasnya adalah kunci utama dalam keberhasilan LPPD Kota Bandung,” tutur Oded.

Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Provinsi Jawa Barat tahun 2018, sekaligus Inspektur Provinsi Jawa Barat, Muhamad Solihin mengatakan, capaian kinerja Kota Bandung dari tahun ke tahun terus meningkat. Kota Bandung yang merupakan salah satu kota spesial di mata pemerintah pusat. Hal itu karena selama 3 tahun terdapat peningkatan yang signifikan dalam penilaian LPPD.

Mulai tahun  2014 dengan nilai 2,9. Tahun 2015 nilainya 3,30 dan tahun 2016 mendapatkan nilai 3,4.

Dengan nilai yang terus meningkat, Solihin menilai,  Pemkot Bandung sangat serius menjalankan laporannya.

“Apa yang dilakukan itu bisa dipertanggungjawabkan, itu intinya,” tegas Solihin.

“Harapan kami Kota Bandung masuk peringkat yang baik dan mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha,” lanjut Solihin.

Solihin mengungkapkan, salah satu poin dengan nilai cukup tinggi yaitu opini WTP dari BPK. Hal itu menurut Solihin cukup berpengaruh dalam penilaian.

“Opini WTP dari BPK itu nilainya besar. Jadi saya juga mohon kepada pak wakil untuk terus mendorong seluruh OPD Kota Bandung tetap konsentrasi,” katanya.

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

 

A-Z, Penjelasan Detail Tentang Ppdb 2018 Kota Bandung

Diskominfo – PPID

Pemerintah Kota Bandung mulai menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung hari ini, Senin (2/7/2018). Untuk menjaga agar PPDB berlangsung jujur, seluruh tim yang terlibat, baik di Dinas Pendidikan maupun di sekolah-sekolah akan menandatangani pakta integritas.

“Hari ini PPDB diawali dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh tim. Kita semua berharap pelaksanaan PPDB tahun ini lebih baik, lebih lancar, tidak ada kendala berarti,” tutur Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Mia Rumiasari, Senin (2/7/2018).

PPDB Kota Bandung melayani calon peserta didik yang akan mendaftar ke TK, SD dan SMP negeri, sesuai dengan ranah pendidikan di Kota Bandung. Seluruh prosesnya akan dilaksanakan secara serentak.

Pendaftaran akan dibuka pada 2-6 Juli 2018. Selanjutnya, hasil akan diumumkan pada 9 Juli 2018. Peserta didik yang lolos seleksi akan melakukan daftar ulang di tiap-tiap sekolah pada 10-11 Juli 2018. Sementara itu, hari pertama sekolah akan dimulai pada 16 Juli 2018.

Sesuai regulasi yang berlaku, Sistem seleksi PPDB Kota Bandung menggunakan skema zonasi, yaitu sekolah akan memprioritaskan siswa yang jarak rumahnya paling dekat dengan sekolah. Hal ini untuk memeratakan sistem pendidikan. Selain itu, sistem zonasi juga mendekatkan anak didik dengan tempatt inggalnya.

Persyaratan administrasi tiap jenjang berbeda. Bagi PPDB TK negeri, peserta didik harus berusia 4-6 tahun dengan menyerahkan foto kopi akta kelahiran, fotokopi KTP orang tua atau surat keterangan domisili, fotokopi karu keluarga, dan menunjukkan KTP dan kartu keluarga asli calon peserta didik. Seluruh berkas tersebut diserahkan langsung ke sekolah oleh orang tua/wali.

Sementara itu, calon peserta didik jenjang SD memprioritaskan siswa berusia 7 tahun. Calon peserta didik yang berusia 6 tahun dapat diterima jika daya tampung memungkinkan.

Pada penerimaan calon peserta didik SD, Dinas Pendidikan Kota Bandung tidak membenarkan penempatan calon peserta didik berdasarkan kemampuan baca, tulis, dan hitung. Seleksi berdasarkan zonasi.

Sedangkan PPDB SMP dibuka secara online atau dalam jaringan dengan memprioritaskan anak usia 12-15 tahun. Dinas Pendidikan membagi empat jalur penerimaan SMP, yaitu jalur akademik, jalur Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP), jalur prestasi, dan jalur reguler. Tiap-tiap jalur memiliki kriteria yang berbeda.

Jalur akademik hanya berlangsung di lima sekolah, yaitu SMPN 2, SMPN 5, SMPN 7, SMPN 14, dan SMPN 44. Kelima SMP itu dikhususkan karena berlokasi jauh dari pemukiman penduduk.

Sementara itu, jalur rawan melanjutkan pendidikan (RMP), khusus bagi siswa yang terlindungi jaminan sosial. Pembuktiannya dengan salah satu kepemilikan dokumen, seperti Kartu Prasejahtera, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial miskin, penerima beras bagi warga miskin, penerima beasiswa miskin, penerima bantuan langsung sementara masyarakat, dan Surat Keterangan Tidak Mampu. Tiap sekolah memberi kuota sebesar 20%.

Sedangkan jalur prestasi di bidang sains, olahraga, seni budaya, IPTEK,dan keagamaan dilihat berdasarkan skoring yang telah ditetapkan. Sekolah menyediakan kuota 5% untuk jalur ini.

Adapun jalur reguler tetap memprioritaskan jarak sebagai tolok ukur utama. Pemberlakuakn kuota 90% zonasi di Kota Bandung merujuk pada pada aturan Permendikbud No. 14 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Dalam aturan tersebut, sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari Sekolah paling sedikit sebesar 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Namun demikian Pemerintah Kota Bandung masih memberikan kuota maksimal sebesar 10% di Sekolah Tipe C (sekolah perbatasan) untuk Pendudukan Luar Kota Bandung.

Bagi warga Kota Bandung yang akan memasukan putranya ke TK, SD, atau SMP negeri, Tim PPDB Kota Bandung menyediakan layanan informasi dan pengaduan di Sub PPDB di tingkat sekolah. Masyarakat juga bisa memperoleh informasi melalui saluran berikut:

Informasi PPDB bisa melalui

Ig : disdikbdg

Fb : dinas pendidikan kota bandung

Twitter : disdik_bandung

SMS dan Whatsapp : 08112225239

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA

 

Rayakan Hut Ke-72 Bhayangkara, Oded Nobar Piala Dunia

Diskominfo – PPID

Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial turut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara dengan menyaksikan pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2018 antara Spanyol versus Rusia di Halaman Markas Polrestabes Bandung, Minggu (1/7/2018). Nonton bareng (Nobar) tersebut sebagai bagian dari perayaan HUT ke-72 Polri.

Hadir di acara ini di antaranya, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen Harto Karyawan, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Hendro Pandowo, dan seluruh elemen masyarakat termasuk para pimpinan organisasi kemasyarakatan.

Usai menonton laga, Oded mengucapkan selamat ulang tahun kepada jajaran kepolisian. Ia berharap, Pemerintah Kota Bandung bisa terus menjalankan kemitraan yang baik dengan polisi dalam upaya menciptakan situasi kota yang aman dan tertib.

“Selamat ulang tahun kepada jajaran kepolisian. Semoga di usia yang ke-72 ini Polri semakin matang dan semakin baik,” ungkap Oded.

Oded juga berterima kasih kepada polisi atas kolaborasi yang terjalin selama ini. Ia berharap, agar kemitraan ini semakin baik di kemudian hari.

“Salah satu ciri kematangan itu adalah kolaborasi dengan pemerintah yang baik. Selama ini kepolisian dan Pemerintah Kota Bandung, khususnya, juga sudah baik,” kata pria pendukung tim Spanyol itu.

Oded juga mengapresiasi kinerja kepolisian dalam menangani kasus-kasus kriminal, khususnya di Kota Bandung. Berkat upaya keras kepolisian, tingkat kriminalitas di Kota Bandung bisa menurun.

“Pak Kapolrestabes mengabarkan kepada saya, tingkat kriminalitas menurun. Jadi Kota Bandung ini semakin aman, alhamdulillah,” ujar.

Rangkaian perayaan HUT Bhayangkara tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya, perayaan HUT Bhayangkara selalu diawali dengan upacara.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Maryoto mengatakan, pihaknya memang belum menggelar upacara HUT Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli. Pasalnya, kebanyakan dari anggotanya masih bertugas di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam rangka mengamankan Pilkada.

“Jadi tak apa-apa kita tunda dulu, yang penting pelayanan kepada masyarakat kita utamakan dahulu,” ucap Agung.

Hal tersebut, katanya, sejalan dengan tema HUT Bhayangkara tahun ini, yaitu “Dengan semangat promoter, Polri siap mengamankan Pilkada dan Pemilu 2019 dalam rangka mendukung pembangunan nasional.”

 

Sumber :

KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG

YAYAN A. BRILLYANA