Koordinasi Program Kerja Bersama Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat dan UNISBA

Diskominfo – PPID

 

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung mengadakan pertemuan dengan pengurus Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat Kota Bandung (FK-KIM) pada Senin, 01 Juli 2019 bertempat di Ruang Rapat Lt. 2 Diskominfo Kota Bandung, membahas mengenai program kegiatan yaitu pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada para anggota FK-KIM dalam menggunakan berbagai jenis media sosial untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan efektif dan efisien.

Untuk menyelenggarakan kegiatan ini, Diskominfo dan FK-KIM Kota Bandung bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung (UNISBA). Dalam hal ini UNISBA bersedia untuk menyediakan fasilitas berupa tempat dan materi mengenai penggunaan media sosial dan cara membuat konten yang menarik. Materi yang akan disampaikan pada hari pelatihan diantaranya adalah cara membuat dan mengolah blog dalam bentuk tuisan maupun video secara efektif.

Diharapkan setelah para anggota FK-KIM mengikuti kegiatan ini, konten dan informasi yang disajikan kepada masyarakatpun menjadi lebih menarik dengan tujuan masyarakat dapat lebih mudah dan tertarik menerima informasi yang dibagikan. Rapat yang dipimpin oleh Drs. Eli Harliani, M.Si. sebagai Kepala Bidang Desiminasi Informasi menghasilkan kesepakatan bahwa acara ini akan dilaksanakan pada 17 Juli 2019 bertempat di Laboratorium Universitas Islam Bandung.

 

 

Pelatihan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) Guna Tingkatkan Pelayanan Terhadap Masyarakat

Diskominfo – PPID

 

Hari terakhir pelatihan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) yang diselenggarakan pada Kamis (27/06/19) di Hotel Benua Kota Bandung, diikuti oleh 27 aparatur daerah Kota Bandung.

Pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari yang diawali dengan pelatihan penanganan pengaduan selama dua hari, kemudian dilanjut dengan pelatihan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) ini bertujuan agar meningkatkan kinerja dari setiap instansi sehingga bisa melayani masyarakat dengan maksimal.

Pada hari kedua pelatihan ini dimulai dengan langsung praktik memasukan data ke Website SIPP yang sudah disediakan, sehingga data tersebut dapat diakses oleh publik untuk mendapatkan informasi seperti persyaratan yang dibutuhkan atau tarif yang akan dikeluarkan dalam setiap pelayanan yang akan publik dapatkan yang berhubungan dengan instansi tersebut.

Dalam hal ini setiap perwakilan aparatur daerah dibantu oleh fasilitator Wawanudin dari PATTIRO (Pusat Telaah dan Informasi Regional) dan Aang Kusmawan dari Perkumpulan Inisiatif untuk memasukan setiap data yang diperlukan.

Untuk mengetahui setiap informasi tersebut masyarakat dapat mengakses situs https://sipp.menpan.go.id/ , didalamnya terdapat berbagai informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat mengenai pelayanan yang disediakan oleh setiap instansi pemerintah kota Bandung.

Dengan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) yang disediakan oleh pemerintah kota Bandung, diharapkan masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi dan pelayanan yang maksimal dari instansi yang terkait.

 

 

Oleh: Asih Salima

Optimalisasi Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) Bagi Aparatur Daerah

Diskominfo – PPID

Hari keti ga dalam rangkaian acara pelatihan penanganan pengaduan dan pelatihan sistem informasi pelayanan publik (SIPP) Rabu (26/06/19) di Hotel Benua yang diadakan oleh DISKOMINFO Kota Bandung yang bekerja sama dengan PATTIRO, YAPPIKA, dan Perkumpulan Inisiatif (National Center for Indonesia Leadership).

Pelatihan hari ini lebih menekankan pada sistem informasi pelayanan publik atau SIPP bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa serta sambutan dari Kepala Seksi Penguatan Keterbukaan Informasi Publik, Yusuf Cahyadi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung yang meresmikan acara Pelatihan sistem informasi pelayanan publik (SIPP). Dan sabutan dari tim USAID-CEGAH yang diwakili oleh Danar.

Dalam sambutannya Yusuf mengatakan “Sistem informasi pelayanan publik atau SIPP memang sudah berjalan semenjak tahun 2017, sebelumnya kota Bandung sudah memiliki aplikasi standar pelayanan.bandung.go.id yang telah mengikuti standar informasi dari OMBUDSMAN yang tentu sejalan dengan SIPP. Sehingga sinergitas dan konsolidasi perlu dilakukan, agar kedua aplikasi ini dapat berjalan optimal”.

Sehingga dapat terwujud tujuan keterpaduan informasi pelayanan publik, pengawasan dan partisipasi masyarakat yang efektif, dan mencegah terjadinya penyalahgunaan pelayanan publik.

Dalam akhir sambutannya Yusuf mengatakan “Harapan saya dengan adanya training SIPP bagi kota Bandung ini, semoga seluruh aparatur daerah yang ada dapat meningkatkan kompetensi diri untuk semaksimal mungkin dalam melayani publik kota Bandung”.

 

 

Acara yang dipandu oleh Wawanudin dari PATTIRO sebagai fasilitator, memulai acara pelatihan sistem informasi pelayanan publik (SIPP) ini dengan mengetahui latar belakang serta tujuannya di bentuk SIPP. Sebagaimana diketahui sistem ini membantu instansi pemerintah untuk mengunggah informasi tentang pelayanan publik yang disediakan dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

Kemudian dalam pelatihan ini juga, membahas tentang bagaimana aparatur daerah untuk mengoptimalkan dalam penggunaan aplikasi SIPP. Selain itu, membahas tentang pandangan masyarakat terhadap pelayanan publik saat ini juga mengetahui tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik di kota Bandung. Sehingga dapat mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki oleh masing-masing instansi untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

Selain itu, dalam pelatihan ini juga membahas tentang standar pelayanan SIPP kepada masyarakat salah satunya adalah mengenai persayaratan sistem, mekanisme dan prosedur, jangka waktu serta tarif yang diperlukan.

Menurut Wawanudin “Standarnya semua OPD yang menyediakan pelayanan, harus memiliki SIPP. Karena SIPP merupakan bentuk dari salah satu harapan untuk merubah pelayanan kepada masyarakat agar semakin baik”.

 

Oleh: Asih Salima