Mang Oded dan Warga Tamansari

HumasBandung – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memberikan dukungan moril kepada Warga 11 Tamansari Kota Bandung, Kamis ( 12/12/19). Pemkot Bandung memberikan fasilitasi secara penuh kepada warga selama proses pemindahan kepada beberapa warga yang sudah sepakat dengan pembangunan rumah deret namun masih bermukim di RW 11 Kelurahan Tamansari. Pembangunan tahap 1 ini menjadi komitmen Pemkot Bandung untuk segera memfasilitasi 176 Kepala Keluarga (KK) yang sejak awal sepakat pembangunan rumah deret. Terlebih 176 KK ini sudah mendesak sejak lama agar rumah deret bisa segera tuntas. selain sebagai upaya menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pembangunan rumah deret juga untuk menyelesaikan kawasan kumuh.*

Rumah Deret Tamansari Tahap Pertama Rampung Juni 2020

SIARAN PERS

Tanggal   13 Desember 2019Disiapkan oleh   Humas Kota Bandung

UNTUK SIARAN CEPAT

KEPALA Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Darmawan menargetkan pembangunan rumah deret tuntas pada Juni 2020. Pada tahap I, tersedia 200 unit rumah deret.

Untuk mencapai target tersebut, Dadang berusaha untuk menuntaskan pengamanan aset. Sehingga, proses pembangunan rumah deret di RW 11 Kelurahan Tamansari bisa segera dimulai dengan tahap pematangan lahan.

“Kalau perkiraan kita pematangan lahan itu 1 bulan, tapi itu bagian dari total pelaksanaan pembangunan 6 bulan. Jadi nanti diharapkan ketika Juni mungkin 2020 kita sudah punya rumah deret yang tahap 1 kurang lebih 200 unit,” ucap Dadang di RW 11 Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019).

Dadang menuturkan, pembangunan tahap 1 ini menjadi komitmen Pemkot Bandung untuk segera memfasilitasi 176 Kepala Keluarga (KK) yang sejak awal sepakat pembangunan rumah deret. Terlebih 176 KK ini sudah mendesak sejak lama agar rumah deret bisa segera tuntas.

“Sekarang yang sudah terdaftar yang setuju itu 176 KK. Kemudian ada 7 atau 8 KK yang setuju program tetapi masih belum sepakat mengenai besaran nilai uang kerohiman dari kontraktor,” ungkapnya.

Dadang menegaskan, selain sebagai upaya menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pembangunan rumah deret juga untuk menyelesaikan kawasan kumuh.

Oleh karenanya, untuk program pembangunan rumah deret ini Pemkot Bandung memperoleh bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sehingga, kawasan di seputar rumah deret juga akan ikut ditata.

“Luas totalnya sekitar 6.000 meter persegi. Untuk tahap pertama dibangun sekitar 3.500 meter persegi untuk 200 unit. Kita juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk penataan kawasannya,” katanya.

Pemkot Bandung juga memberikan fasilitas penuh selama proses pemindahan kepada beberapa warga yang sudah sepakat dengan pembangunan rumah deret namun masih bermukim di RW 11 Kelurahan Tamansari.

“Sekarang ini kita siapkan di Rancacili. Saat ini sedang proses pengangkutan ke sana. Mereka mau ditempatkan di Rusun Rancacili tapi ingin dengan barangnya. Itu kami fasilitasi,” ulasnya.

Selain pemindahan dan penempatan yang layak, Dadang mengungkapkan, 176 KK warga RW 11 Tamansari yang telah sepakat juga mendapat keistimewaan saat menempati rumah deret. Di antaranya memperoleh prioritas saat masuk rumah deret, gratis bayar sewa selama lima tahun dan mendapat potongan harga di tahun keenam.

“Mereka diberikan hak sewa tapi 5 tahun pertama gratis karena itu sudah ada kesepakatan pada saat awal pembangunan. Jadi baru bayar uang sewanya di tahun ke-6 tergantung besarnya tipe berapa. Kalau tidak salah sebesar Rp175.000 sampai Rp225.000 per bulan plus diskon pada tahun ke-6,” katanya.

 

Kabag Humas Setda Kota Bandung

Sony Teguh Prasatya

DPKP3: Rumah Deret Jadi Langkah Pemkot Tangani Kawasan Kumuh

SIARAN PERS

Tanggal   12 Desember 2019 Disiapkan oleh   Humas Kota Bandung

UNTUK SIARAN CEPAT

 

KEPALA Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Darmawan memastikan, pembangunan rumah deret Tamansari bisa selesai sesuai rencana. Hal ini sebagai wujud komitmen Pemkot Bandung dalam menangani kawasan kumuh. Apalagi, sebanyak 176 warga telah lama menunggu pembangunan rumah deret tersebut.

Dadang menyatakan, gugatan yang dilayangkan oleh warga sebelumnya sudah inkrah di Mahkamah Agung dengan dimenangkan oleh Pemkot Bandung. Sehingga SK Kepala DPKP3 Nomor 538.2/1325A/DPKP3/2017 tentang Penetapan Kompensasi Bangunan, Mekanisme Relokasi dan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Deret Tamansari sah secara hukum.

“Setelah pengamanan aset lalu pemagaran. Setelah itu, pematangan lahan dan dilanjutkan pembangunan,” kata Dadang di RW 11 Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019).

“Setelah diamankan, akan diserahkan kepada kontraktor. Nanti diterbitkan surat penyerahan lapangan (SPL) dengan kontraktor. Mulainya berarti nanti setelah SPL keluar, ke depan selama enam bulan. Karena kontrak dan hal lainnya sudah keluar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dadang mengaku akan mengawasi proses pembangunan agar berjalan tepat waktu. Pasalnya, 176 warga RW 11 Tamansari yang sudah sepakat menunggu untuk segera menempati rumah deret.

“Tugas kita terus mendorong kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan. Ini sebagai bukti itikad Pemkot Bandung meningkatkan kesejahteraan warga dengan penataan kawasan kumuh,” katanya.

 

Kabag Humas Setda Kota Bandung

Sony Teguh Prasatya

Pengamanan Aset Awali Pembangunan Rumah Deret Tamansari

 

SIARAN PERS

Tanggal   12 Desember 2019 Disiapkan oleh   Humas Kota Bandung

UNTUK SIARAN CEPAT

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung mulai menggarap proses pembangunan rumah deret di RW 11 Kelurahan Tamansari. Sebagai langkah awalnya, Pemkot Bandung memulai dengan pengamanan aset.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Rasdian Setiadi menyatakan bahwa kehadiran petugas di lokasi yakni untuk mengamankan aset Pemkot. Terlebih setelah inkrah dari Mahkamah Agung yang dimenangkan oleh Pemkot Bandung.

“Sesuai perintah tugas kita dari walikota untuk melaksanakan pengamanan dan penertiban aset, karena memang aset ini adalah aset milik pemerintah kota Bandung,” kata Rasdian di lokasi, Kamis (12/12/2019).

Rasdian menuturkan bahwa pengamanan aset ini sudah sesuai dengan prosedur yang beelaku. Bahkan surat pemberitahuan juga sudah dilayangkan beberapa kali kepada warg RW 11 Tamansari.

“Jadi memang ini sepertinya akan cukup lama, kita sudah memberikan surat perintah, surat peringatan kesatu, kedua dan ketiga. Memang waktunya agak lama tapi itu tidak berpengaruh, bahwa suatu saat pemerintah akan melaksanakan pembangunan rumah deret maka memang harus segera diamankan dan ditertibkan,” ujarnya.

Guna menjaga kondusifitas selama pengamanan aset, Rasdian menyatakan Pemkot Bandung juga didukung oleh aparat kepolisian dan TNI.

“Kami mengerahkan beberapa personil, satpol PP ada dibantu backup dari kepolisian dan TNI. Jadi kalau ditotal ada 1.260 an sesuai dengan rencana pengamanan yang dibuat oleh Kabagops,” jelasnya.

Rasdian berharap proses pengamanan bisa berjalan dengan lancar. Dia menyatakan bahwa pengamanan aset ini sebagai langkah awal Pemkot Bandung untuk memberikan pelayanan kepada 176 warga RW 11 Tamansari yang sudah menunggu untuk kembali menempati rumah deret.

“Jadi kita rencanakan hari ini kita selesaikan karena masyarakat yang 176 kk itu menunggu kepastian dari pemerintah kota kapan akan dibangun rumah deret. Jadi kita juga harus melihat seperti itu, mereka bertanya-tanya kapan akan dibangun,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rasdian terus mengingatkan kepada kepada seluruh petugas untuk tetap bertindak persuasif. Sekalipun ada oknum yang mencoba memancing emosi pada saat pengamanan, dia menginstruksikan agar anggota Satpol PP tetap bersikap humanis.

“Itu kan biasa kita tetap memberikan pengertian bahwa memang kita harus segera membangun. Karena kenapa harus diratakan, bagaimana kalau tidak diratakan, bagaimana mulainya pembangunan kan harus dari awal, disusun sedemikian rupa sehingga tidak molor lagi. Kasihan warga yang 90% ini mendambakan hunian yang nyaman dan asri,” katanya.

 

Kabag Humas Setda Kota Bandung

Sony Teguh Prasatya